• Indonesia harus mau belajar dari negeri-negeri Barat dalam soal supremasi ilmu pengetahuan.
    - Eddie Lembong -
  • Faktor penyumbang kemajuan sebuah bangsa datang dari budaya bangsa itu sendiri.
    - Eddie Lembong -
  • Budaya adalah panacea bagi kondisi bangsa yang semrawut saat ini.
    - Eddie Lembong -
  • Bangsa kita bangsa yang besar dan kaya raya. Seharusnya kita mampu mengelola itu untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.
    - Eddie Lembong -
  • Kemajemukan membawa konsekuensi kepada kita untuk siap dan selalu bisa menerima keberagaman tanpa tendensi untuk mendominasi lewat cara apapun.
    - Eddie Lembong -
  • Membangun karakter bangsa memang bukan proyek jangka pendek, ia adalah megaproyek yang harus terus dirawat dan tanpa jeda didiskusikan.
    - Eddie Lembong -
Yayasan Bumi Khatulistiwa Menerima Nabil Award 2014

Yayasan Bumi Khatulistiwa Menerima Nabil Award 2014

20 November 2017   by admin
Kompas, Jumat 7 November 2014 h 11

Anugerah Nabil
Yayasan Bumi Khatulistiwa Menerima Penghargaan


JAKARTA, KOMPAS — Yayasan Bumi Khatulistiwa menerima Anugerah Nation Building 2014 karena konsistensi mereka dalam memberdayakan pelajar prasejahtera di Kalimantan Barat. Anugerah Nation Building ini adalah yang pertama kali diberikan kepada sebuah lembaga, bukan individu.

”Anugerah diberikan kepada orang-orang yang mengabdikan diri membangun bangsa Indonesia tanpa mengenal etnis dan kewarganegaraan mereka. Lembaga yang berdedikasi membantu bangsa tentu juga berhak mendapat penghargaan,” kata Eddie Lembong, Ketua Yayasan Nation Building (Nabil), di sela-sela acara anugerah bertajuk ”Lilin Penerang dari Kalimantan Barat” di Jakarta, Kamis (6/11).

Yayasan Bumi Khatulistiwa (YBK) didirikan pada 1997 oleh komunitas etnis Tionghoa asal Kalbar yang berdomisili di Jakarta. Pada 2004, mereka memulai program beasiswa untuk menolong pelajar-pelajar prasejahtera di Kalbar, mulai tingkat SD hingga kuliah strata dua. Program tersebut merupakan inisiatif para anggota YBK atas tertinggalnya mutu sumber daya manusia di Kalbar dibandingkan dengan provinsi lain.

”Pelajar yang menerima beasiswa diminta untuk bekerja selama tiga hingga lima tahun di Kalbar setelah lulus. Tujuannya agar orang-orang pintar bisa membangun kampung halaman mereka,” ujar anggota Bidang Pendidikan YBK Hi Po Ngi. Hingga 2013, alumni beasiswa YBK sebanyak 1.578 orang.

Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia, yang juga anggota Dewan Pakar Yayasan Nabil, Saparinah Sadli, menyampaikan dalam pidato pembukaannya bahwa pendidikan di Indonesia masih memprihatinkan. Sebab, dana pendidikan sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mayoritas dinikmati di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Tangerang Selatan, Bekasi, serta sekitarnya.

Akibatnya, wilayah lain di Indonesia kesulitan untuk memberikan pendidikan yang layak bagi masyarakat. Misalnya, menurut data Badan Pusat Statistik, pada September 2013, di Kalbar terdapat 394.170 orang miskin. Jumlah ini adalah 8,74 persen dari total penduduk. (DNE)

link berita http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000009940256
Lomba Penulisan CCF 2015
scroll to top