9 Ciri Negatif Manusia Indonesia ini mengatakan, "Persoalan perekonomian Indonesia bukan hanya persoalan ekonomi semata. Salah satu persoalan mendasar justru terletak pada manusia Indonesia itu sendiri". Dalam seminar yang diselen.." /> 9 Ciri Negatif Manusia Indonesia ini mengatakan, "Persoalan perekonomian Indonesia bukan hanya persoalan ekonomi semata. Salah satu persoalan mendasar justru terletak pada manusia Indonesia itu sendiri". Dalam seminar yang diselen.." /> 9 Ciri Negatif Manusia Indonesia ini mengatakan, "Persoalan perekonomian Indonesia bukan hanya persoalan ekonomi semata. Salah satu persoalan mendasar justru terletak pada manusia Indonesia itu sendiri". Dalam seminar yang diselen.." />
  • Indonesia harus mau belajar dari negeri-negeri Barat dalam soal supremasi ilmu pengetahuan.
    - Eddie Lembong -
  • Faktor penyumbang kemajuan sebuah bangsa datang dari budaya bangsa itu sendiri.
    - Eddie Lembong -
  • Budaya adalah panacea bagi kondisi bangsa yang semrawut saat ini.
    - Eddie Lembong -
  • Bangsa kita bangsa yang besar dan kaya raya. Seharusnya kita mampu mengelola itu untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.
    - Eddie Lembong -
  • Kemajemukan membawa konsekuensi kepada kita untuk siap dan selalu bisa menerima keberagaman tanpa tendensi untuk mendominasi lewat cara apapun.
    - Eddie Lembong -
  • Membangun karakter bangsa memang bukan proyek jangka pendek, ia adalah megaproyek yang harus terus dirawat dan tanpa jeda didiskusikan.
    - Eddie Lembong -
70 Tahun Masih Belum Berubah

70 Tahun Masih Belum Berubah

25 November 2017   by admin
"Setelah 70 tahun Indonesia merdeka, apakah kita sudah makmur?", demikian tanya Ali Akbar dalam suatu seminar bertajuk "Penguatan Ekonomi Nasional Melalui Penguatan Kualitas Manusia" di Hotel Pullman ((20/08/2015). Menurut Ali Akbar, Indonesia tidak bisa disebut sebagai negara maju, bahkan sekarang mengalami perlambatan ekonomi. Penulis buku 9 Ciri Negatif Manusia Indonesia ini mengatakan, "Persoalan perekonomian Indonesia bukan hanya persoalan ekonomi semata. Salah satu persoalan mendasar justru terletak pada manusia Indonesia itu sendiri". Dalam seminar yang diselenggarakan oleh Yayasan Nabil tersebut, Ali Akbar menjelaskan bahwa, pada tahun 1977 Mochtar Lubis pernah menyampaikan di Taman Ismail Marzuki tulisan yang berjudul "Manusia Indonesia: Sebuah Pertanggung Jawaban". Di situ, kata Ali Akbar, Mochtar menyebutkan ciri manusia Indonesia, antara lain: Hipokrit atau munafik, Segan dan enggan bertanggung jawab, Berjiwa feodal, Masih percaya tahayul, Artistik, Watak yang Lemah, Karakter yang kurang kuat, Tidak hemat, Tidak suka bekerja keras, Kurang sabar, Cepat cemburu dan dengki, Manusia sok, Tukang tiru, Malas-malasan, Kurang peduli nasib orang lain, Berhati lembut di mulut. Ali Akbar yang merupakan Dosen Arkeologi UI tertarik untuk melakukan penelitian dan membuktikan kebenaran ciri-ciri yang disebutkan oleh Mochtar Lubis. Ali Akbar melakukan penelitian yang melibatkan 1000 mahasiswa yang berasal dari 10 Perguruan Tinggi dengan kisaran umur 17-30 tahun, dari tahun 2000 sampai dengan 2010. Dari hasil penelitiannya, diperoleh 10 ciri manusia Indonesia, 9 diantaranya adalah ciri negatif: Ramah, Malas, Tidak disiplin, Korup, Emosional, Individualis, Suka meniru, Rendah diri, Boros, dan Percaya tahayul. "Apa yang disampaikan oleh Pak Mochtar Lubis tahun 1977 lalu kemudian hasil riset tahun 2010 ternyata tidak beda jauh hasilnya. Ada sekitar 70 persen sama. Dapat disimpulkan, tidak terjadi perubahan ciri yang signifikan dari tahun 70-an sampai tahun 2000-an. Jadi, apakah kita sudah merdeka, tapi ciri kita belum berubah", demikian paparnya.(SM)
Lomba Penulisan CCF 2015
scroll to top